Jumat, 25 Februari 2011
So close - cewek-cewek jagoan
Ini adalah salah satu film kesukaan saya. Entah sudah berapa kali saya nonton film ini, dan saya tidak pernah bosan. Dirilis tahun 2002 dengan sutradara Corey Yuen, So Close merupakan salah satu dari sedikit film dengan peran utama perempuan, yang selain cantik juga jago berantem. Tiga perempuan di sini Shu Qi, Vicky Zhao dan Karen Mok berperan sebagai penjahat dan jagoan yang saling berhadapan. Shu Qi (Lynn) dan Vicky Zhao (Sue) adalah kakak-beradik pembunuh bayaran yang menggunakan teknologi canggih warisan ayah mereka dalam melaksanakan tugas mereka sebagai pembunuh. Karen Mok (Hong) adalah detektif cantik yang mengejar mereka.
Setelah tugas terakhirnya Lynn memutuskan untuk pensiun apalagi karena Lynn bertemu kembali dengan lelaki pujaan hatinya sejak remaja. Sue tidak terima dengan keputusan Lynn dan membandel untuk menerima tugas baru. Kejar-kejaran pun terjadi antara polisi dan pembunuh. Namun penjahat utamanya bukanlah dua kakak-beradik cantik ini. Penjahat utamanya adalah orang yang menyewa mereka sebagai pembunuh bayaran.
Karena ingin menutup jejak, si penyewa memutuskan untuk menghabisi Lynn dan Sue. Setelah adegan baku kebut dan baku tembak yang seru, Lynn tewas. Sue akhirnya harus bekerja sama dengan Hong agar bisa membalas dendam kematian kakaknya.
Hubungan antara Sue dan Hong ini bisa dianggap mengandung subteks lesbian walaupun tidak sejelas di film Naked Weapon, misalnya. Dalam film Hong Kong ini, puluhan perempuan dilatih untuk jadi pembunuh bayaran dan di antara dua perempuan itu terjadi persahabatan yang luar biasa akrab. “Hubungan lesbian” dalam Naked Weapon disamarkan sedemikian rupa dalam bentuk “persahabatan penuh kasih sayang”. Saya sengaja tidak mau bercerita tentang Naked Weapon karena ceritanya begitu cheesy dan bikin saya mau cakar-cakar muka saya sendiri saking kesalnya.
Kembali lagi ke So Close. Hubungan Sue dan Hong yang jadi akrab setelah kematian Lynn bukan lagi jadi hubungan antara penjahat vs polisi, apalagi setelah Hong difitnah membunuh. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap satu sama lain yang meskipun samar tetap terasa manis. Dan pada akhirnya setelah bahu-membahu bertarung seru lawan Yasuaki Kurata dan menghabisi penjahat sebenarnya, Sue memberikan kecupan singkat di bibir Hong.
Yeah, ini memang bukan film yang bakal dicap highly recommended oleh kritikus film, tapi jelas highly recommended oleh saya. Setelah sekian kalinya nonton film ini, partner bertanya, “Kenapa sih nonton film ini (lagi)?” Saya hanya nyengir dan menjawab “Di mana lagi ada film dengan cewek jagoan yang cantik, bajunya bagus, rambutnya keren, berantemnya seru.

1 komentar:
Film nya sgt SRu abISSS ,lo
Posting Komentar