Saat ini konferensi “Climate Change” di kopenhagen sedang gayeng, utk menyambut itu sebaiknya kita mengingat kembali tentang hutan dan peranannya. Bahwa hutan merupakan paru-paru bumi merupakan sebuah hal yang tidak terbantahkan, ya kan ?
Hutan merupakan habitat atau tempat hidup berbagai satwa, pohon-pohon, hasil tambang dan berbagai sumberdaya lainnya. Pokonya hutan memberikan manfaat yang tak ternilai bagi umat manusia, percaya gak ?
Mari sedikit kita cermati manfaat hutan bagi kita semua :
1. Hutan menyediakan kayu bagi kita, berapa juta set meuble yang udah dikirim ke luar negeri yang berbahan dasarkan kayu ?
2. Hutan menyediakan air, tanpa ada hutan tidak mungkin kita dapat menikmati air dengan mudah.
3. Hutan menyediakan udara bersih, wow sebelum udara di sekitar kita kehilangan filternya, sebelum kita harus membayar untuk menghirup udara segar, mari kita jaga hutan dengan sebaik-baiknya.
4. Dan berbagai manfaat hutan yang lainnya …
Maukah kita semua mencermati keuntungan kita dengan adanya hutan ? Keuntungan dari hutan selain keuntungan kayu yang sesaat pemanfaatannya dan hanya segelintir orang yang menikmatinya ?
Menurut Undang-undang Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.
Nah, apabila hutan merupakan suatu kesatuan maka tidak bisa dengan alasan nilai ekonomis kayu dikedepankan untuk melegalkan pengambilan kayu dari hutan, ya gak ? semestinya nilai ekonomis kayu diperhitungkan juga dengan nilai lainnya, misalnya nilai menjaga kualitas udara & penyerapan air. Itu baru dua lho, mestinya banyak sekali termasuk kemampuan hutan menjaga iklim makro. Nah dari hal ini baru nyambung tuh, kenapa negara berkembang termasuk INdonesia memainkan peranan penting pada konferensi perubahan iklim, ya gak? hanya tinggal kita bisa gak “bermain cantik” dalam konferensi perubahan iklim di kopenhagen

0 komentar:
Posting Komentar